Masih Ingat dengan Pernikahan Fenomenal Nenek Rohaya dan Slamet? 3 Tahun Berlalu, Nasib Keduanya Kini Memprihatinkan!


SajianSedap.com - Anda tentu masih ingat jelas dengan pasangan fenomenal Nenek Rohaya dan Slamet?

Di tahun 2017 lalu, media sosial ramai dengan pernikahan seorang remaja dengan nenek berusia 71 tahun.

Pasangan itu tidak lain adalah Selamat Riyadi (16) dan Rohaya (71).
Selamat Riyadi mengaku menikahi wanita yang terpaut usia 55 tahun darinya itu atas dasar cinta.

3 tahun berlalu, nasib keduanya kini memprihatinkan, lo.

Kenapa, ya?

Kabar Nenet Rohaya dan Slamet

Selamat Riyadi 16 tahun mantap menikahi perempuan yang usianya terpaut jauh semata-mata karena didasari cinta.

Pernikahan yang dilangsungkan secara sederhana tanggal 27 Juli 2017 lalu itu tentu saja jadi sorotan.

Apalagi saat Selamat menderita malaria, Rohaya lah yang merawatnya.

"Kami menikah tidak ada paksaan. Kami sama-sama cinta," ujar Selamat, dikutip dari Tribun Sumsel.
Hebohnya pernikahan Selamat dan Rohaya sampai membuat keduanya diundang untuk menjadi bintang tamu di acara stasiun televisi swasta.


Mereka juga sempat berbulan madu di Palembang.
Seiring berjalannya waktu, nama pasangan fenomenal itu mulai dilupakan.

Lantas bagaimana kabar mereka sekarang?

Melansir dari Tribun Sumsel, Selamat Riyadi dan nenek Rohaya kini dalam keadaan sehat.

Hanya saja, keduanya harus kerja serabutan demi sesuap nasi.

Ya, keduanya kini menjadi petani padi di tempat tinggal mereka.

Hal itu diungkapkan Ketua RT setempat, Siswoyo.

"Keadaan Slamet dan Ibu Rohaya sekarang baik dan sehat," ungkap Siswoyo.
Menurut Siswoyo, Rohaya dan Selamat Riyadi bersama-sama menanam padi di sebuah ladang, namun tidak disebutkan apakah ladang tersebut milik mereka atau orang lain.

Keduanya menanam jagung manis di kebun tak jauh dari rumahnya di Dusun 2 Desa Karangendah Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU Provinsi Sumatera Selatan.

"Katonyo nak nanam jagung dan padi, sekarang sedang giat-giatnya menggarap lahan di bekalang rumahnya," terang Kepala Dusun I Amzal kepada Sripoku.com, Rabu (16/8/2017).

Menurut Amzal, dengan segala keterbatasan yang dimiliki, tidak membuat Selamat lupa kewajibannya sebagai suami.

Sambil menunggu musim hujan untuk bercocok tanam, Selamat juga harus kerja keras banting tulang menjadi buruh serabutan untuk membeli beras.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel