Massa Membeludak, Sampai Begini Nasib Ibu Hamil Yang Terjepit Antrean Bansos Situbondo


Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan warga memadati area Kantor Desa Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur pada Selasa (19/5) sore. Kerumunan massa mengular hingga ke jalan demi antrean mendapatkan dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp600 ribu dari Kementerian Sosial.

Kepala Desa Asembagus Ahmad Sani mengaku kewalahan mengatasi animo kedatangan warga yang tidak mematuhi himbauan Pemerintah untuk physical distancing, warga berdesak-desakan memasuki area kantor desa karena pembagian bansos menjelang waktu berbuka puasa sehingga warga saling dorong.
Selain tidak menjaga jarak aman, berdasarkan pantauan CNNIndonesia TV, beberapa warga terlihat tidak memakai masker. Selanjutnya, terlihat Petugas dari Pemerintahan Desa mendahulukan para lansia dan ibu hamil karena terjepit di tengah kerumunan massa.

Tercatat sebanyak 856 warga yang terdaftar menerima bansos, namun Sani mengaku mengalami kekacauan data pada hari itu hingga beberapa daftar penerima terpaksa dibekukan.



"Yang dibekukan pertama PNS, kedua yang meninggal, ketiga bagi orang yang betul-betul mampu namun tidak terdampak oleh covid-19 jadi sementara itu kita bekukan sambil menunggu petunjuk lebih jelas dari atasan," kata Sani dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Rabu (20/5).
Kondisi serupa juga sempat terjadi di area Kantor Dinas Sosial Kota Medan di Jalan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (13/5) sore, warga berdesakan untuk mengajukan berkas administrasi demi mendapat dana bantuan sosial.

Kemudian kerumunan massa penerima bansos juga terjadi di Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. Ribuan massa mendatangi Kantor Pos Kebon Rojo Jalan Jawa, Kecamatan Gubeng antri untuk mendapatkan dana bansos sebesar Rp600 ribu dari Kementerian Sosial pada Selasa (12/5).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel