Tragisnya Gadis 16 Tahun Jadi Korban Nafsu Syahwat Ayah Kandung, Korban Hamil 6 Bulan


TRIBUNJAMBI.COM, SIKKA - ENY seorang remaja 16 tahun di Kecamatan Doreng, Sikka menjadi korban kebiadaban nafsu syahwat ayah kandungnya sendiri.

ENY yang merupakan anak di bawah umur, harus kehilangan harapan lantaran dicabuli JB (36), ayah kandungnya.

Akibat perbuatan ayah kandungnya, ENY saat ini hamil enam bulan

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Maumere, Rabu (15/4/2020) siang menjelaskan, Selasa tanggal 14 april 2020 sore, pihak keluarga korban telah datang SPKT Polsek Bola.

Mereka melaporkan dugaan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur.

Akibat perbuatan sang ayah korban saat ini berbadan dua dan telah berusia enam bulan.(ris)

* Ibu ke Hongkong, Gadis Belia Tak Kuasa Jadi Budak Nafsu Ayah Tiri

Lama ditinggal istri yang merantau ke Hongkong, seorang pria paruh baya tega berbuat keji pada anak tirinya.

Anak tiri yang masih belia diperdayai dan

Pon (58) tega memperdayai anak tirinya yang masih berusia 14 tahun.

Pria asal Blitar ini memperdayai siswi SMP tersebut berkali-kali.

Kasus itu terungkap pada Sabtu (11/4/2020) malam.

Polisi menangkap tersangka di rumahnya.

Kepada petugas, Pon mengaku tak kuat menahan nafsunya akibat ditinggal sang istri bekerja di Hongkong selama hampir tiga tahun.

Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Doni Cristian Bara mengatakan terungkapnya kasus itu bermula saat cewek malang itu bermain ke rumah kakaknya di Kediri.

Selama liburan sekolah karena wabah Corona,

korban memang biasa bermain di rumah kakaknya di Kediri.

Ternyata, korban menceritakan perbuatan bejat ayah tirinya kepada sang kakak.

"Kemudian kakak korban melaporkan kasus ini.

Kakak korban tidak terima adik kandungnya diperlakukan seperti itu," kata Doni kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (13/4/2020).

Menurutnya, tersangka berbuat bejat sejak korban masih usia 12 tahun atau masih duduk di bangku SD.

"Katanya, awal kejadian saat ibunya baru berangkat ke Hong Kong," ungkapnya.

Saat ibunya baru berangkat ke Hong Kong,

korban tinggal bersama kakaknya dan tersangka.

Tidak lama kemudian kakak korban menikah.

Meskipun sudah menikah,

kakak korban masih tinggal di rumah itu.

Baru setahun kemudian kakak korban pindah ke Kediri.

"Sebenarnya saat ada kakak korban,

tersangka juga sudah berbuat seperti itu.

Tapi, tersangka melakukan perbuatan itu saat kakak korban tidak ada di rumah," paparnya.

Saat ini tersangka harus mendekam di penjara Polres Blitar. (TRIBUNNEWS)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel