Viral! Cerita Raissa Turun Berat Badan 25 Kg, Ternyata Ini Rahasianya


Mencapai berat badan ideal menjadi impian terpendam banyak perempuan. Bukan hanya soal penampilan, berlebihan berat badan juga berisiko terhadap sejumlah penyakit seperti misalnya obesitas dan diabetes.
Hal ini juga dirasakan oleh Brigitta Raissa asal Bandung, Jawa Barat. Akrab disapai Raisa, kisah gadis ini berjuang menurunkan berat badan viral di media sosial.

Raissa menceritakan perjuangan menurunkan berat badannya dari 105 kg hingga menjadi 70 kg. Diakuinya, sejak kecil ia memang bertubuh gemuk, bahkan saat sempat menacapai 60 kg semasa kelas 6 SD.

Saat menginjak SMA, beratnya semakin naik hingga 105 kg. Ia juga sempat mencoba menguruskan badan saat kelas 9 SMP dengan metode akupunktur, namun tak membuahkan hasil.

"Gue sering banget dikatain tapi bahkan gue udah lupa dikatain apa aja karena emang secuek itu sama badan gue. Tapi ada dua perkataan orang yang sampai sekarang masih gue ingat, karena nggak tau, berbekas aja sakitnya," tulis Raissa dalam media sosialnya, dikutip Suara.com pada Minggu (17/5/2020).
Hingga pada Januari 2018 lalu, ia mulai mengalami perasaan aneh pada tubuhnya. Seperti wajahnya yang penuh jerawat, haid yang terlambat tiga bulan, sering merasa sesak, dan tangan yang sering kebas.


Perempuan berusia 19 tahun ini lalu berkomitmen untuk hidup sehat. Raissa menyebut tertarik pada metode menghitung kalori dan juga diet yang dijalani salah satu temannya.

"Jadi pagi tetap sarapan apa aja, terus siang dan malam aku makan selada ditambah protein. Nah ini nggak ada takarannya, sih, jadi ngira-ngira aja yang penting kenyang. Aku juga masih ngemil, kok, tapi dikontrol biar nggak overeating. Metode setiap orang pasti beda, tergantung kondisi badannya, dan cuma dirinya yang tahu badannya. Jadi find and create your own healthy lifestyle!" ungkap Raissa saat berbincang dengan Suara.com.
Raissa mencoba membawa bekal selada dan daging setiap hari sembari menghitung jumlah kalori alias kalori defisit. Dia juga rutin menghitungnya lewat aplikasi penghitung kalori.

Menurut Raissa, selada yang memiliki 0 kalori ini cukup mengenyangkan dan enak saat diolah. Selama dua minggu ia melakukannya, berat badan Raissa turun menjadi 98 kg.


Ia juga mulai berolahraga meskipun awalnya cukup sulit. Akan tetapi Raissa gigih untuk terus berjuang dan olahraga pun menjadi rutinitasnya.
Sempat terbentur, diet konsumsi selada ini tak bertahan lama karena Raissa mengaku tak mampu menahan godaan makanan enak. Meski tak menyukai minuman manis dan bersoda, ia sangat menyukai gorengan.

"Akhirnya aku tetap makan apa aja tapi aku perhatiin kalori yang masuk ke badan aku dan melakukan defisit kalori," lanjutnya.

Berat badannya sempat naik-turun saat Raissa mulai masuk ke jenjang perkuliahan.

Akhirnya ia merutinkan pola makan dengan sarapan roti atau minuman sereal, makan siang apa saja, makan malam dengan buah, namun ia juga tak menolak jika ada ajakan makan di luar.


Kini berat badannya telah mencapai 70 kg. Untuk menjaga agar tetap ideal, Raissa berhati-hati untuk tidak berlebihan makan, tapi tetap bisa makan apa saja selama karantina di rumah.
"Mindset aku bukan biar kurus atau diet, tapi aku pengin punya gaya hidup sehat yang berlaku jangka panjang," tuturnya.
Selain itu Raissa juga mengingatkan bahawa diet yang dijalaninya belum tentu bisa berlaku untuk semua orang, karena berhasil atau tidaknya tergantung badan masing-masing.

Baginya, gaya hidup sehat jangka panjang lebih baik daripada diet ketat tapi berjangka pendek, karena dengan begitu pasti akan mengalami fase kembali lagi seperti semula.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel