Detik-detik Nelayan di Banyuasin Tewas Diterkam Buaya, Saat Ditemukan Tubuhnya Masih Digigit Buaya


TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Seekor buaya menerkam seorang nelayan di perairan Sungai Bungin, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (3/6/2020).

Saat ditemukan, korban yang diketahui bernama Joni sudah tidak bernyawa.

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Yohanes Sismadi Widodo mengatakan peristiwa bermula saat korban bersama ayahnya Asidin dan saudaranya Jolan berangkat dari Perairan Sungsang menuju perairan sungai Bungin dengan perahu motor.

Tujuan mereka bertiga untuk mencari kayu untuk memperbaiki alat penangkap ikan yang rusak.

Sekitar pukul 13.30, saat tiba lokasi dan mencari kayu, tiba-tiba perahu yang digunakan korban diserang buaya.

Korban Joni terjatuh dari atas perahu dan langsung disambar buaya.

Melihat anaknya disambar buaya, Asidin terjun ke Sungai untuk menolongnya.

Akan tetapi, usaha Asidin tidak berhasil dan malah dirinya yang mengalami luka-luka.

"Dari laporan yang diterima sekitar pukul 21.30, Tim SAR gabungan dari anggota Ditpolair Polda Sumsel, Posmat TNI AL Sungsang, Basarnas dan warga masyarakat, melakukan pencarian di lokasi kejadian," ujar Yohanes, Kamis (4/6/2020).

Pencarian dilakukan, untuk menemukan korban Joni yang hilang diseret buaya muara.

Sedangkan korban Asidin yang mengalami luka, sudah terlebih dahulu dibawa anaknya Jolan pulang untuk mendapat pengobatan karena mengalami luka-luka.



"Lumayan cukup lama Tim melakukan pencarian terhadap korban," jelasnya.

Setelah dilakukan penyisiran, polisi akhirnya menemukan seekor buaya yang masih terlihat menggigit mangsanya.

Korban ditemukan di perairan Sungai Bungin, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (4/6/2020).

Setelah diperhatikan secara saksama, mangsa yang berada di mulut buaya tersebut adalah tubuh Joni.

Petugas pun berusaha mengusir buaya tersebut agar melepaskan tubuh korban.

Namun buaya itu malah menyerang petugas.

Karena buaya menyerang, tim memutuskan untuk menembak tubuh buaya agar melepaskan korban Joni.

"Anggota memutuskan untuk menembak sebanyak dua kali ke arah badan buaya. Dua kali ditembak, akhirnya buaya melepaskan tubuh korban dan hilang menyelam," kata Yohanes.

Korban Joni saat ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Tubuhnya pun banyak luka bekas gigitan buaya.

Karena sudah tewas, tim gabungan akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah duka.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel