Kabar Sedih Jessica Iskandar, Divonis Idap Dua Penyakit Setelah Rasakan Keanehan pada Detak Jantung


TRIBUN-TIMUR.COM-Kabar buruk menimpa artis Jessica Iskandar.

Calon istri Richard Kyle ini merasakan detak jantung yang tidak normal.

Ia pun memutuskan memeriksakan kesehatannya ke tenaga medis.

Dari hasil pemeriksaan, Jessica Iskandar pun divonis mengidap dua penyakit, yakni tiroid dan takikardi.

Sebagai informasi, Tiroid adalah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu di dalam leher, tepat di atas tulang selangka.

Tiroid adalah salah satu kelenjar endokrin, yang bertugas memroduksi hormon.

Sedangkan takikardi merupakan kondisi ketika detak jantung berdetak lebih cepat pada saat istirahat.

"Tadi kata dokternya juga mungkin pikiran atau stres yang mengakibatkan tubuh jadi enggak normal," kata Jedar seperti dikutip Kompas.com dari video terbarunya, Selasa (23/6/2020). Baca juga: Sepi Job,

Jessica Iskandar dan Richard Kyle Andalkan Uang Tabungan Detak jantung orang normal adalah 60-100 kali per menit ketika sedang beristirahat.

Sementara Jessica Iskandar detak jantungnya mencapai 124 saat dites oleh tim dokter.

"Dari hasilnya waktu istirahat aja detak jantung aku tuh 124, makanya aku jadi sedih," kata Jedar.

Namun Jessica Iskandar tak ingin patah semangat. Ia akan tetap menunggu hasil pemeriksaan yang baru akan keluar pada pekan depan.

Gejala dan Penyebab Penyakit Tiroid

Dikutip dari halodoc.com, gangguan tiroid dapat berkisar dari gondok kecil yang tidak berbahaya sampai kanker yang mengancam jiwa. N

amun, masalah tiroid yang paling umum adalah produksi hormon tiroid yang tidak normal.

Contohnya hipertiroidisme, yaitu kondisi ketika terlalu banyak hormon tiroid yang dihasilkan.

Sedangkan hipotiroidisme adalah kurangnya produksi hormon tiroid.

Meskipun penyakit tiroid bisa memberikan rasa tidak nyaman, sebagian besar masalah tiroid dapat dikendalikan dengan baik bila didiagnosis dan diobati dengan tepat.

Gejala umum dari penyakit tiroid termasuk:

-Gugup dan tremor (gemetar).

-Kesadaran kabur dan konsentrasi buruk.

-Perubahan haid.

-Merasa membengkak.

-Detak jantung cepat.

-Sakit dan nyeri di sekitar otot.

-Kenaikan berat badan.

-Kolesterol tinggi.

Penyebab Tiroid

Berdasarkan jenisnya, berikut penyebab penyakit tiroid:

-Hipertiroidisme. Kondisi kelebihan hormon tiroid ini disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain penyakit Grave, adenoma toksik, tiroiditis subakut, dan malfungsi kelenjar hipofisis.

-Hipotiroidisme, yaitu kondisi ketika jumlah hormon tiroid yang diproduksi kelenjar tiroid terlalu sedikit. Penyebabnya adalah tiroiditis Hashimoto, operasi pengangkatan kelenjar tiroid, menjalani terapi radiasi.

-Nodul Tiroid. Penyebab nodul tiroid belum jelas, tapi kondisi ini sering menyerang orang-orang di atas usia 60 tahun.

-Penyakit Gondok. Penyebab penyakit gondok berbagai macam, mulai dari kekurangan yodium, kehamilan, merokok, sampai penyakit yang lebih serius, seperti penyakit Graves, penyakit Hashimoto, dan kanker tiroid.

Gejala dan Penyebab Takikardia

Takikardia adalah kondisi ketika detak jantung seseorang di atas normal dalam kondisi beristirahat.

Orang dewasa sehat seharusnya memiliki detak jantung sebanyak 60 sampai 100 kali per menit saat istirahat.

Sedangkan pengidap takikardia, memiliki detak jantung paling sedikit 100 kali per menit.

Hal tersebut membuat jantung tidak memompa secara efektif sehingga aliran darah akan berkurang, baik ke sleuruh tubuh maupun ke dalam jantung itu sendiri. Hal itu disebabkan oleh jantung berdetak terlalu kencang

Jantung yang terlalu cepat berdetak tidak akan memompa darah ke seluruh tubuh dengan efektif, dan menyebabkan kurangnya oksigen pada beberapa organ dan jaringan tubuh, serta mengakibatkan munculnya beberapa gejala dan tanda, seperti:

-Jantung berdebar-debar;

-Nyeri dada (angina);

-Pingsan;

-Merasa kebingungan;

-Tiba-tiba merasa lelah;

-Detak jantung menjadi cepat;

-Napas menjadi pendek atau sesak napas;

-Pusing; dan

-Hipotensi dan kepala terasa ringan.

Gejala yang ditimbulkan belum tentu sama, terkadang beberapa pengidap takikardia tidak mengalami gejala sama sekali.

Jika hal tersebut terjadi, maka pemeriksaan fisik dan juga tes elektrokardiogram harus dilakukan sebagai diagnosis.

Penyebab takikardia adalah faktor-faktor yang mengganggu impuls elektrik tersebut, sehingga detak jantung lebih cepat dari normal.

Faktor pengganggu impuls elektrik ini cukup banyak, beberapa di antaranya adalah:

-Merokok;

-Hipertiroidisme;

-Mengonsumsi minuman keras dan kafein terlalu banyak;

-Rusaknya jaringan jantung akibat penyakit jantung;

-Anemia;

-Tekanan darah tinggi;

-Latihan fisik;

-Demam;

-Efek samping pengobatan;

-Penyakit atau kelainan jantung dan jalur elektrik jantung bawaan;

-Penggunaan narkoba;

-Stres yang tiba-tiba muncul, misalnya saat ketakutan; dan

-Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel