KRONOLOGI LENGKAP Siswi SMP Cantik Disetubuhi 4 Pemuda di Semak-semak, Janji Ketemuan Lewat Medsos


POS-KUPANG.COM | BOJONEGORO - Kasus asusila kembali terjadi di Kabupaten Bojonegoro, setelah minggu lalu oknum guru bermodus fotografer menyetubuhi sejumlah korban wanitanya.

Kini, kisah pilu kembali terjadi yang menimpa seorang siswi SMP di Bojonegoro, Jawa Timur.

Siswi SMP berusia 15 tahun asal Kecamatan Sumberejo, harus menanggung malu atas aksi bejat yang dilakukan empat pemuda yang berasal dari Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

"Empat orang kami amankan atas kasus asusila terhadap siswi di bawah umur," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan saat ungkap kasus, Jumat (19/6/2020).

Budi menjelaskan, kasus bermula Senin 8 Juni lalu, korban janjian bertemu dengan salah satu pelaku bernama Rony (25), Kecamatan Kanor.

Pertemuan dilakukan di salah satu SPBU Sumberejo. Lalu pukul 22.00 WIB, pelaku mengajak korban naik motor menuju ke semak-semak tepi Bengawan Solo, di Desa Piyak, Kanor.

Saat di lokasi, korban langsung disetubuhi secara bergantian bersama tiga orang teman pelaku yaitu Azis (24), Luqman (23) dan Roem (23) yang telah menunggu di lokasi tersebut.

Ketiganya juga warga Kecamatan Kanor.

"Korban dan pelaku ini janjian lebih dulu melalui FB dan WhatsApp. Setelah bertemu korban disetubuhi secara bergantian," pungkasnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti pakaian dari korban dan kendaraan dari pelaku yang digunakan untuk menjemput dan mengantar korban.

Akibat perbuatan yang dilakukan, keempat pelaku dijerat undang-undang perlindungan anak ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Foto panas 25 gadis dijual ke majalah dewasa

Sebelumnya, foto-foto panas 25 gadis belia yang dibuat oknum guru SMP di Bojonegoro ternyata dijual murah.

Foto-foto panas gadis belia itu cuma dijual Rp 100.000 per lembar.

Keterangan ini diakui MH, oknum guru di Bojonegoro sekaligus fotografer foto-foto panas tersebut di hadapan wartawan saat jumpa pers di Mapolres Bojonegoro, Jumat (16/6/2020).

Di depan Kapolres Bojonegoro Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, MH mengaku foto-foto panas itu dijual kepada majalah pria dewasa.

Ada 25 gadis belia yang menjadi korban perbuatan tak terpuji MH.

Mereka umumnya berusia 15, 17, 18 dan beberapa di atas 20 tahun.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan menunjukkan barang bukti atas kasus asusila yang menimpa siswi SMP, Jumat (19/6/2020). (SURYA.CO.ID/M Sudarsono/Kolase)

Korban tak hanya warga Bojonegoro, ada juga warga Tuban hingga Kota Surabaya.

Dari 25 orang itu, polisi sudah berhasil mengidentifikasi 18 orang.

MH tak hanya membuat foto panas mereka, tetapi juga menyetubuhi korbannya.

"yang saya setubuhi ada 3 orang," aku oknum guru ekstrakurikuler musik di sebuah SMP negeri Bojonegoro ini.

MH mengaku sudah melakoni pekerjaan itu sejak tahun 2018.

Kepada sejumlah korbannya, MH juga memberikan tip antara Rp 250.000 hingga Rp 500.000.

Kenal lewat Facebook

Ternyata puluhan korban ini didapat dari perkenalan di akun media sosial Facebook.

Setelah kenal, MK lalu menawari korban yang masih belia itu untuk difoto untuk Instagram.

"Awalnya foto normal," terang Kapolres AKBP M Budi Hendrawan.

Setelah itu, pelaku membuat kontrak dengan korbannya.

Salah satu isi kontraknya adalah, apabila hasil foto jelek maka akan dikenakan ancaman ganti rugi yang nilainya puluhan juta.

Dari sinilah pelaku mulai melancarkan siasat busuknya.

Korban yang sudah telanjur difoto kemudian diklaim bahwa hasilnya tidak memuaskan.

Akhirnya korban diperas untuk membayar denda Rp 60 juta sesuai nilai kontraknya.

Korban yang tak kuasa membayar denda pun ditawari opsi lainnya.

Opsinya, korban harus mau menjadi pacarnya, kemudian dipaksa berfoto bugil dan ditelanjangi.

"Ada ancamannya, makanya ada yang mau foto bugil, bahkan ada yang disetubuhi anak di bawah umur" ujar Kapolres saat ungkap kasus, Jumat (12/6/2020).

Untuk adegan foto sendiri ada yang dilakukan di luar ruangan dan juga dalam ruangan, menyesuaikan selera.

"Sudah kita tahan, kita jerat UU perlindungan anak ancaman penjara 15 tahun," katanya.

Terungkap setelah korban dibawah umur melapor

Aksi MH terungkap saat orang tua dari korban yang masih di bawah umur, melaporkan kejadian memilukan yang dialami putrinya ke polisi.

Ternyata pria yang juga sebagai guru SMP di Kabupaten setempat itu melakukan aksi licik untuk bisa menyetubuhi korbannya.

"Ada ancaman yang dilakukan pelaku kepada para korbannya, untuk korban ada yang anak di bawah umur," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan saat ungkap kasus, Jumat (12/6/2020).

Sementara itu, pelaku tidak membantah atas perjanjian yang dilakukan terhadap korbannya, hingga berujung persetubuhan terhadap para korban.

"Foto ada yang saya lakukan di tempat terbuka dan tertutup, memang ada perjanjian," ungkapnya menunduk.

Kini tersangka telah mendekam di Mapolres Bojonegoro untuk mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat UU perlindungan anak ancaman penjara 15 tahun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel