KRONOLOGI Janda Muda Diperkosa 7 Pemuda di Hutan hingga Minum Cairan Pembersih Lantai


TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang janda muda di Pulau Madura, Jawa Timur, tertimpa nasib tragis.

Janda diperkosa tujuh Pemuda di hutan.

Tak kuat menanggung malu, janda muda ini memilih mengakhiri hidup dengan menenggak cairan pembersih lantai.

Satreskrim Polres Bangkalan telah mengidentifikasi enam dari tujuh tersangka pelaku Pemerkosaan terhadap janda muda, sebut saja Bunga (21), warga Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim).

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sorbanapraja bahkan bersama anggota telah menggerebek rumah tiga tersangka.

"Namun target yang kami identifikasi sebagai pelaku, tidak ada di rumah.

Enam pelaku terus kami kejar," ungkap Agus, Senin (6/7/2020).

Polis sempat mengaku kesulitan untuk menguak kasus ini. Karena korban meninggal dunia pada Rabu (1/7/2020) malam.

"Sejumlah saksi yang kami harapkan memberikan informasi, tidak mengenali para pelaku.

Itu sebuah kerepotan," jelasnya.

Tragedi pemerkosaan itu terjadi di sebuah hutan di Desa Bungkek Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan, atau berjarak sekitar 600 meter dari rumah korban pada Jumat (26/6/2020) dini hari.

Korban awalnya dijemput dua orang mengunakan motor untuk berbelanja di sebuah mini market pada Kamis (25/6/2020) malam.

Seusai berbelanja, korban dan dua pejemput dihadang tujuh orang yang mengaku sebagai keluarga korban.

Dua orang pejemput itu langsung menyerahkan korban begitu saja.

Karena ketujuh orang tersebut mengaku korban beberapa hari telah menghilang.

Hingga akhirnya, korban tak kuat menanggung malu dan mengakhiri hidupnya dengan menenggak cairan pembersih lantai, Rabu (1/7/2020) malam.

Ia mengembuskan napas terakhir di dapur rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB.

Bunga meninggallan seorang anak berusia enam tahun.

"Ada ancaman kepada korban setelah dua hari kejadian pemerkosaan.

Ini kasus luar biasa, kami bersemangat.

Semoga lekas terungkap," tutur Agus.

Ia menambahkan, dua orang penjemput mendiang korban saat ini berstatus saksi dan sudah dua kali dimintai keterangan.

Barang bukti penting dari dua saksi itu, lanjutnya, juga sudah diserahkan ke penyidik.

Masyarakat saat ini pun mulai terbuka memberikan keterangan.

Saksi-saksi lain juga mulai muncul.

"Belum kami temukan sementara ini keterkaitan (dua penjemput korban).

Tapi tidak menutup kemungkinan, jika nanti para pelaku tertangkap," pungkasnya.

Sedangkan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menuturkan, pengungkapan kasus pemerkosaan janda muda itu melibatkan Tim Labfor, Ahli Digital Forensik, dan Scientific Investigation Polda Jatim.

"Tentu ini tidak mudah, kami melakukan penyelidikan secara masif.

Namun secara prinsip kasus pemerkosaan ini sudah terungkap berdasarkan dua alat bukti," ungkap Rama.

Ia menjelaskan, enam dari tujuh orang yang telah terindetifikasi sebagai pelaku saat ini dalam proses pengejaran.

Sedangkan seorang lainnya, lanjut Rama, masih menunggu tertangkapnya enam pelaku.

"Kami sudah menentukan enam tersangka.

Ada yang masih di Bangkalan, sebagian sudah ada di luar (Bangkalan).

Bahkan berada di luar Jatim," jelasnya.

Rama mengimbau dan menyambut baik jika para pelaku menyerahkan diri.

Sehingga perkara ini cepat tuntas dan menjadi terang.

"Jika tidak kami akan kejar ke mana pun, sampai kapan pun," tegasnya.

Rama menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

"Keluarga korban keberatan autopsi. Penyebab kematian korban belum ditentukan.

Namun hasil olah TKP ditemukan beberapa cairan dan tanda-tanda khusus visum dari dokter," pungkas Rama.

Janda digilir dua pemuda di rumah

Kasus hampir serupa terjadi di Pringsewu, Provinsi Lampung. Seorang janda beranak tiga, digilir dua pemuda.

Aksi pemuda memerkosa janda ini dipergoki oleh salahsatu anak korban.

Kedua pelaku adalah Sus (29) dan Pur (22) warga Pekon Fajar Agung Barat, Kecamatan Pringsewu.

Kronologi peristiwa ini, dua pelaku menerobos masuk rumah korban ketika seluruh penghuni rumah tengah tertidur.

Kepala Polsek Pringsewu Kota Kompol Basuki Ismanto menceritakan, korban terbangun karena merasa ada yang masuk ke dalam kamarnya, Kamis (2/7/2020) sekira pukul 00.30 WIB.

Saat terbangun, korban kaget melihat ada seorang pria yang ternyata telah dikenalnya, yakni Sus warga Pekon Fajar Agung Barat, Kecamatan Pringsewu.

Karena kaget, korban berteriak minta tolong.

"Saat sedang berteriak tersebut, tiba-tiba pelaku Sus langsung membekap mulut korban dengan menggunakan tangan," ujar Basuki, Jumat (3/7/2020).

Setelah itu, pelaku mengangkat korban ke ruang tengah.

Di atas tikar, Sus melampiaskan nafsu bejatnya.

Meski berusaha berontak, korban tak berdaya.

Sekitar lima menit kemudian, datanglah rekan pelaku berinisial Pur (22).

Ia pun melakukan hal sama terhadap korban.

Anak terbangun

Sementara di tengah aksi itu, anak korban berinisial FIT (15) terbangun ketika mendengar suara gaduh.

Lantas anak korban melihat ke ruang tengah.

"Melihat anak korban bangun, pelaku Sus langsung mengejar dan membekap mulut anak korban," katanya, Jumat (3/7/2020).

Ditambahkan Basuki, lantaran panik, kedua pelaku langsung melarikan diri.

Lapor ke Polisi

SH (40), seorang janda beranak tiga, melapor ke Polsek Pringsewu Kota karena diperkosa oleh dua Pemuda.

Dari hasil penyelidikan Polsek Pringsewu Kota, diketahui pelakunya dua pemuda, yakni Sus (29) dan Pur (22), warga Pekon Fajar Agung Barat, Kecamatan Pringsewu.

Kepala Polsek Pringsewu Kota Kompol Basuki Ismanto mengungkapkan, pelaku ditangkap polisi, Kamis (2/7/2020).

"Pelaku ditangkap beberapa jam setelah kami mendapat laporan dari korban," kata Basuki, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Jumat (3/7/2020).

Korban SH melapor ke Polsek Pringsewu Kota, Kamis (2/7/2020) sekira pukul 08.00 WIB.

Basuki menambahkan, dalam laporannya korban menyebutkan peristiwa pemerkosaan tersebut dialaminya pada Kamis dini hari, yakni sekira pukul 00.30 WIB.

Kini kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di sel tahanan Mapolsek Pringsewu Kota.

Polisi menjerat kedua pelaku dengan pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

"Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," tuturnya.(*)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel