Nekat Nikah Siri dengan Anak Mantan Menteri Tanpa Restu, Aktor Tampan ini Ditangkap Polisi Setelah 5 Hari Mengecap Manisnya Pernikahan


SajianSedap.com - Pernikahan aktor yang satu ini sempat menghebohkan publik.

Hal ini lantaran dirinya nekat menikah tanpa restu dari orangtua sang istri.

Bahkan ia harus merasakan dijemput polisi setelah 5 hari menikah.

Pernikahan Tommy Kurniawan dengan Fatimah Tania Nadira memang sempat menghebohkan publik pecinta dunia infotaiment pada tahun 2011 silam.

Pasalnya, saat itu Tommy Kurniawan dikabarkan nekat nikahi Fatimah Tania Nadira yang noatbene adalah seorang anak mantan menteri tanpa restu kedua orang tuanya alias nikah siri.

Pernikahan siri merupakan pernikahan yang hanya berdasarkan aturan agama dan/atau adat istiadat.

Pernikahan ini cukup menuai pro kontra, sebab meski sah secara agama, pernikahan siri tak tercatat sebagai pernikahan resmi secara hukum.

Namun, pernikahan siri justru cukup populer terutama di kalangan artis.

Beberapa artis memilih menikah siri ketimbang menikah secara resmi.

Salah satu artis yang pernah melakukan nikah siri adalah Tommy Kurniawan.


prosesi akad nikah Tania Nadira dan Tommy Kurniawan 2011 lalu
Aktor yang kini menjabat sebagai anggota DPR ini pernah nekat melangsungkan pernikahan siri dengan kekasihnya saat itu, Fatimah Tania Nadira.

Pernikahan tersebut nekat dilakukan lantaran ibu Tania tak merestua hubungan keduanya.

Tommy bahkan sempat dilaporkan ke polisi lantaran nikah siri ini.

Tommy dan Tania dikabarkan menikah siri pada 11 April 2011.

Artikel berlanjut setelah video berikut ini.




Tidak adanya restu dari orang tua, khususnya ibu Tania, menjadi alasan pasangan ini nekat melangsungkan pernikahan siri.

Namun, ibunda Tania, Hana Hasanah kemudian melaporkan Tommy ke polisi.

Ia menuding Tommy melakukan penculikan terhadap putrinya tersebut.

Hana Hasanah yang merupakan istri mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad ini menuding Tommy dituding menculik anak mereka.

Tommy pun sempat dijemput oleh polisi dari Malang.

"Polisi menjemput tengah malam pada 16 April (2011 di Malang) dan polisi melihat kenyataan. Mereka melihat secara naluri, bukan yuridis," jelas kuasa hukum Tommy, Hotman Paris Hutapea, dalam jumpa pers di Gedung Summitmas I, Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2011) dilansir Kompas.com.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel